Dispar RL
Pemasaran
REJANG LEBONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP, M.Si, memastikan pengembangan kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB) menjadi prioritas pemerintah daerah. Langkah ini diambil guna memaksimalkan potensi wisata yang selama ini dinilai belum didukung oleh fasilitas yang memadai.
Instruksi tersebut disampaikan Hendri saat meninjau langsung lokasi DMHB di Kecamatan Selupu Rejang bersama jajaran OPD terkait. Ia menegaskan bahwa proses pematangan program revitalisasi harus dimulai pada tahun 2026, sehingga pengerjaan fisik dapat segera dieksekusi pada tahun 2027.
"DMHB memiliki paket lengkap: lokasi strategis di jalur Curup-Lubuklinggau, udara sejuk, dan panorama indah. Terlebih lokasinya dekat dengan Bukit Kaba. Potensi besar ini harus segera kita optimalkan dengan tindakan nyata," ujar Hendri Praja.
Rencana Pengembangan dan Efek Domino
Revitalisasi ini nantinya akan mencakup pembangunan titik kumpul masyarakat, jogging track, fasilitas hiburan, serta sarana pendukung lainnya. Selain faktor alam, keberadaan SMA Unggul Garuda yang akan segera berdiri di sekitar kawasan danau diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi baru.
"Kehadiran sekolah tersebut akan memberikan efek domino bagi aktivitas wisata dan perputaran ekonomi di sekitar DMHB," tambah Plt Bupati.
Mengejar Target PAD
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si, mengakui bahwa meskipun sudah memiliki master plan, pengembangan DMHB selama ini belum berjalan optimal. Saat ini, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari DMHB baru mencapai Rp31 juta dari target Rp300 juta setahun.
"Plt Bupati ingin agar Perda Rejang Lebong sebagai Kabupaten Wisata tidak sekadar menjadi dokumen. Kita harus segera eksekusi agar kunjungan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar,"